NGINTIP KERJA FASHION STYLIST DAN FASHION PHOTOGRAPHER

NGINTIP KERJA FASHION STYLIST DAN FASHION PHOTOGRAFER DALAM MENCIPTA GAYA DAN MENEBAR CITRA.

Harus diakui kerja pengarah gaya bukanlah hal yang mudah. Pertama, dia harus memiliki pengetahuan yang memadai soal fashion dan beauty serta paham apa yang sedang "in" saat ini. Betapa tidak? Untuk sesi pemotretan untuk halaman majalah, misalnya, terkadang materi busana yang dikenakan oleh.modelnya bukan diambil dari satu brand aja tapi percampuran dari berbagai brand dalam satu set pakaian yang dikenakan modelnya untuk menciptakan sebuah gaya berbusana yang baru sehingga tidak terkesan mempromosikan sebuah brand aja. Tapi  mencoba menciptakan gaya. Untuk membuat fashion statement itu,  pengarah gaya  tentunya juga harus paham gaya gambut dan make up macam apa yang dibutuhkan dan sesuai dengan tema dan gaya yang ingin dicapai, dimana untuk mewujudkan idenya itu, dia harus berkomunikasi dengan make up artist.

Kerjanya barangkali akan lebih mudah, misalnya, bilamana koleksi busana yang.ingin dibuatkan materinya hanyalah karya seorang desainer. Untuk itu dia tidak perlu repot mencari paduan atasan dan bawahan untuk dipadupadankan.

Yang jelas, seorang pengarah gaya biasanya sudah punya konsep sendiri untuk mewujudkan ide idenya dalam sebuah halam mode yang menarik atau katalog promo launching koleksi terbaru sebuah brand. Untuk itu, dibutuhkan kemampuan bekerjasama yang baik dengan penata artistik, fashion photographer dan make up artist serta haistylist dan tentunya desainer atau pemilik brand yang busananya digunakan dalam fashion project itu.

Pastinya, seorang pengarah gaya yang bekerja sama dengan photografer harus mampu mampu pertama tama meramu citra apa yang ingin ditampikan lewat hasil fotonya. Apakah citra sexy dan dinamis, klasik dan elegan serta berkelas atau feminin dan romantis? Setelah ditemukan mood foto yang diinginkan, dan tentunya sesuai dengan "aura" busananya, barulah ditentukan siapa model yang berkarakter sama dengan mood itu beserta tata rambut dan make up-nya. Terkadang memang kita temukan efek make up dan tata rambut yang sengaja dibuat "berlebihan". Ini tak lain dibuat untuk menciptakan hasil gambar yang lebih dramatik.

Nah, setelah ini semua beres barulah diatur gaya yang cocok untuk menampilkan mood dan citra yang diinginkan dengan menyesuaikan gaya model tentunya dengan bagian busana yang ingin ditonjolkan dan menjadi daya tarik utamanya.

Adalah tugas fotografer menangkap moment yang pas dalam angle kamera yang tepat atau terkadang dibuat dramatis dengan low angle atau high angle dengan pemilihan lokasi dan props yang tepat dan serasi dengan citra yang ingin dibentuk.

Sekarang ini harus diakui memang banyak manipulasi komputer dengan.photoshop atau lainnya yang bisa membuat efek foto lebih dramatis atau mengkoreksi hasil foto yang tidak diinginkan. Tapi fashion photigrapher yang profesional biasanya tidak mau melakukan itu. (Harry Gunawan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FASHION IS MY PASSION