MENJUAL PRODUK FASHION DENGAN SISTEM KONSINYASI Di dalam bisnis fashion, sistem pembagian keuntungan antara pemilik tempat usaha dan pemilik brand yang dikenal dengan sistem konsinyasi adalah sesuatu yang lumrah. Maklum, tidak semua pemilik brand (apalalagi yang masih pemula) mampu membiayai usahanya sendiri dengan menyewa tempat di mall, misalnya, yang harga sewanya juga tinggi. Lebih dari itu, pemilik brand terkenal sekalipun, tidak semuanya mau membuka independent store/showroom sendiri sebelum mereka yakin bahwa mall tempat dia menjual produknya itu prospektif sehingga pada akhirnya dia mau berinvestasi. Karena itulah yang umumnya dilakukan banyak pemilik brand untuk memasarkan produknya adalah dengan ikutan bazaar bersama di area strategis semisal lobi mall (yang dikelolah EO) atau menempatkan produknya di sebuah dept store dengan sistem konsinyasi. Lantas, apa untungnya bekerjasama dalam bisnis dengan sistem konsinyasi? Buat pemilik dept store,misalnya, menempatkan sebua...
Postingan populer dari blog ini
MEMAHAMI SELERA CUSTOMER DALAM INDUSTRI FASHION. Tentu bukan sesuatu yang gampang buat seorang desainer fashion atau buyer untuk bisa paham persis apa keinginan customernya dalam upayanya menghasilkan produk yang disukai pembeli. Karena itulah dalam sebuah koleksi yang dijual, sudah menjadi sesuatu yang lumrah, kalau kemudian selalu aja ada produk yang tidak laku dan berakhir di boks obral, selain tentunya ada juga yang best seller. Untuk itu dibutuhkan kejelian menganalisa produk yang baik, mengikuti kecepatan perkembangan trend yang ada, memahami kondisi sosial ekonomi yang ada, dan perubahan gaya hidup yang sedang berlangsung. Maklum, dengan kompetisi yang makin ketat dalam industri mode, harga yang murah kini bukanlah jaminan satu satunya. Tapi produk yang bagus dan pas selera sesuai target customer yang disasar adalah yang utama selain service yang baik, tentunya. Nah, untuk bisa paham kemauan customer, cara yang paling mudah untuk mendeteksinya adalah dengan melihat terlebih da...
BERANI BEDA ITU KEREN
BERANI BEDA ITU KEREN Industri fashion menawarkan banyak kesempatan kepada kaum muda buat berkarir menjadi seorang fashion designer atau fashionpreneur. Tapi sayangnya pilihan spesialisasi desainnya masih lebih banyak terfokus pada pembuatan pakaian wanita dewasa. Entah itu pakaian wanita casual, pakaian kerja atau busana pesta/special occassion made to order. Rasanya boleh dihitung dengan jari jumlah desainer yang sejak awal karirnya, misalnya, berani memilih mendesain atau memproduksi pakaian remaja, pakaian pria, anak bahkan sampai ke desainer sepatu dan aksesori. Bahkan, dalam peragaan tunggal pun, tak jarang, pakaian pria, misalnya, hanya dijadikan pelengkap sebuah koleksi tematis aja.! Benarkah bisnis pakaian pria dan anak atau sepatu tidak menguntungkan? Jawabannya: SALAH BESAR. Buktinya, selama pengalaman saya bekerja di dua Dept Store besar di Indonesia, bisnis pakaian prianya justru lebih besar daripada pakaian wanita. Padahal, wanita itu harusnya lebih su...
Komentar
Posting Komentar