FASHION IS MY PASSION (Part 2)

Perkenalan saya dengan retail business produk fashion diawali dengan perkenalan saya dengan anak pemilik awal matahari Dept Store, Herman Dharmawan, putra Hari Dharmawan.

Adapun saya mengenal beliau juga secara tak sengaja, saat mana saya sedang berada di matahari Dept Store untuk mempersiapkan acara pemotretan produk matahari untuk katalog promosi. Saat bertemu di matahari Dept Store inilah, Pak Herman kemudian menawari masuk bergabung kerja di matahari di bawah unit Fashion Coordination yang dipimpin oleh adiknya Suzy Dharmawan (Pemilik M2, PS, Centro, dan Boss Body Shop sekarang) yang lulusan sekolah fashion FIT New York.

Nah, di matahari Dept Store kantor pusat inilah saya mengawali kerja saya di dunia ritel dengan menjadi Fashion Coordinate Manager,  membawahi beberapa fashion designer dan bagian QC. Tugas kami adalah memberi informasi dan konsultasi untuk buyer/bagian merchandising beli putus/Private Label apa saja yang sedang trend di dunia fashion saat ini dengan membuat story board fashion forecast dan bilamana perlu membuat story board desain untuk koleksi beli putus (produk punya matahari).

Nah, di matahari Dept Store ini kami memiliki seorang konsultan fashion, Bob Schultz, seorang konsultan mode dan Professor di Fashion Institute of Technology, New York. Dan dengan beliau saya aktif berkonsultasi dan mendapat banyak arahan tentang fashion business global dan apa yang sebaiknya penyesuaian yang perlu dilakukan untuk mengadaptasi kebutuhan dan keinginan customer lokal. Untuk itu, tak jarang beliau datang ke Indonesia memberikan presentasi dan training serta menyuplai kebutuhan saya akan beragam majalah dan katalog mode serta sampel yang dibutuhkan plus foto foto apa yang sedang trend dari sisi produk maupun visual merchandising. Dan di atas semuanya kita juga kerap melakukan buying/sample trip secara berkala bersama buyer untuk pergi melihat langsung bisnis ritel di New York, Hongkong dan berbagai negara lainnya supaya kita bisa memahami dan belajar dengan melihat langsung supaya timbul keyakinan terhadap apa yg kita kerjakan.

Setelah pergantian manajemen kepemilikan matahari, posisi saya berubah pindah ke bagian merchandising (bagian pengadaan barang) dengan jabatan beragam mulai dari buyer sampai ke merchandising manager. Mulai dari menangani produk beli putus (punya matahari sendiri) sampai ke produk konsinyasi. Di sinilah saya banyak belajar tentang bagaimana mengadakan barang yang baik sesuai keinginan dan kebutuhan customer dengan menghadirkan produk yang tepat, punya value for money dengan penataan visual display yang menarik.

Dari matahari pula saya banyak belajar tentang ilmu retail yang ilmunya diberikan langsung oleh para konsultan asing yang dipekerjakan untuk transfer knowledge dengan membuat classroom, lengkap dengan ujiannya.

Beruntung, di matahari ini saya banyak belajar juga bagaimana kita harus bisa mengelola keuangan yang menjadi tanggung jawab saya di bagian merchandising supaya target sales dan margin dari perusahaan bisa tercapai.

Ilmu retail dan fashion ini pula yang akhirnya saya manfaatkan saat saya pindah bekerja ke perusahaan garment grup OSELLA setelah 10 tahun saya bekerja di matahari.

Di Group Osella saya bekerja sebagai Brand Manager selama 2 tahun dan banyak belajar seluk beluk dan lika liku dunia garment yang ketat berkompetisi sebelum akhirnya saya pindah bekerja selama 9 tahun di Ramayana Dept Store menangani bagian Marketing dan Promotion dengan menjadi KaDiv dan bertanggung jawab untuk Ramayana/Cahaya/Robinson Dept Store dan Ramayana/RobinsonSpar Supermarket. Di sinilah saya belajar lagi untuk bisa memahami customer kelas menengah ke bawah yang punya gaya hidup dan kebutuhan produk yang berbeda. Semuanya tentu butuh penanganan yang berbeda dengan cara kerja yang berbeda dari matahari Dept Store yang punya segmen berbeda.

Kini saya memilih lebih aktif menulis dan sesekali mengajar di kampus atau kursus setelah saya minta pensiun, untuk membagikan kesenangan dan gairah saya pada fashion kepada orang yang lebih banyak. Siapa tau pengalaman dan pengetahuan yang saya dapatkan dari bekerja bisa berguna buat orang lain terutama industri fashion di tanah air.

Saya percaya bahwa pengalaman adalah guru terbaik karena dari sanalah kita telah belajar dari kesalahan kita dan orang lain supaya ke depannya kita bisa bekerja lebih baik.

Saya berharap kita nggak boleh gampang menyerah untuk menerima sebuah tantangan yang baru. Beranilah mencoba karena siapa tau di situlah jalan hidup kita seperti halnya saya yang berani mencoba menerima jabatan apapun di dunia fashion padahal saya nggak pernah sekolah/kursus fashion/seni rupa. Semoga kecintaan Anda pada dunia fashion akan menjadi awal yang baik untuk kesuksesan Anda bilamana Anda berbisnis di dalamnya. (Harry Gunawan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini